Jumat, 23 Januari 2009

Merebut Air, Merampas Hidup

Diberkahi kelimpahan mata air, warga Cicurug dan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini kesulitan air. Puluhan perusahaan air minum menyedot air di daerah yang dikelilingi tiga gunung ini, mencipta sumur-sumur dan sawah yang kering.
un (43), warga Dusun Cimelati, Kelurahan Pesawahan, Cicurug, menuturkan, keluarganya terpaksa menggunakan limpahan air irigasi sawah untuk keperluan hidup sehari-hari. ”Kami tak mendapat jatah air bersih,” katanya.
Warga Dusun Cimelati mendapat air sisa perusahaan. Puluhan mata air di Cicurug telah dibeli oleh perusahaan air minum dalam kemasan, termasuk di Cimelati.
”Kami hanya mendapatkan air sisa setelah dipakai perusahaan. Debitnya tak cukup untuk seluruh warga,” kata Endang (50), anggota mitra cai (organisasi pengelola air) Dusun Cimelati.
Perusahaan air tak hanya memanfaatkan mata air dan air permukaan, tetapi juga mengebor air tanah dalam sehingga terjadi penurunan muka air tanah. Akibatnya, sumur-sumur warga mengering.
Fenti Samsudin (47), warga Desa Babakan Pari, Kecamatan Cidahu, menuturkan bahwa sumurnya sedalam 15 meter kekeringan saat kemarau. ”Sebelum sumber air dikuasai oleh perusahaan air, sumur milik warga dengan kedalaman 3 meter tetap berisi air pada musim kemarau,” kata Fenti.
Kini, untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, Fenti dan ribuan warga yang tinggal di kaki kaki Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Gunung Gede- Pangrango ini terpaksa membeli air bersih.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Cicurug Cece Suparman mengemukakan, selain keringnya sumber air bersih untuk keperluan konsumsi, saluran irigasi juga kering saat kemarau.
”Sepuluh tahun terakhir, sawah kami selalu kekeringan setiap kali musim kemarau. Kami hanya bisa menanam padi sekali setahun. Sebelumnya masih bisa tanam padi dua kali setahun,” kata Cece.
Mengalir jauh
Air dari Sukabumi mengalir jauh hingga ke luar Pulau Jawa, melalui sedikitnya 200 merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan baku dari air permukaan dan air bawah tanah.
Air permukaan bisa diperoleh dengan menggali sumur kurang dari 50 meter atau langsung menggunakan mata air yang banyak terdapat di daerah ini. Adapun air tanah dalam diperoleh dengan mengebor sumur lebih dari 60 meter dengan terlebih dahulu menembus lapisan kedap air.
Kepala Seksi Data dan Informasi Balai Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Pertambangan dan Energi Wilayah Pelayanan I Cianjur Tedy Rushady mengatakan, pada Juni 2008 tercatat ada 13 perusahaan AMDK yang menggunakan air tanah dalam di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebetulnya, tercatat ada 17 perusahaan AMDK yang memiliki izin operasi di Kabupaten Sukabumi, tetapi empat perusahaan di antaranya sedang tidak melakukan produksi pada tahun 2008 ini karena berbagai sebab.
Selain perusahaan AMDK, di Sukabumi juga terdapat puluhan perusahaan yang produksinya berbasis air, misalnya teh botol dan susu cair. Perusahaan-perusahaan ini berebut potensi air sebanyak 34 juta meter kubik per tahun di Cekungan Sukabumi. Perusahaan yang kebanyakan berbasis di Kecamatan Cicurug, Cidahu, Parungkuda, dan Nagrak itu menyedot rata-rata 449.141 meter kubik air per bulan atau 5,389 juta meter kubik per tahun air tanah dalam.
Air mata rakyat
Kendati jutaan meter kubik dirongrong dari alam bawah tanah Sukabumi, pemerintah setempat hanya mendapat pemasukan yang kecil. Pada Juni lalu, 17 perusahaan AMDK itu membayar pajak penggunaan air ke kas Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 1,503 miliar. Pajak yang dibayarkan oleh 17 perusahaan AMDK selama setahun ke kas daerah Jawa Barat hanya Rp 18,039 miliar per tahun.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi Priyo Indrianto mengatakan, Kabupaten Sukabumi mendapat porsi 70 persen dari pajak yang dibayarkan perusahaan AMDK. Berarti, dalam setahun Kabupaten Sukabumi hanya mendapat retribusi penggunaan air tanah dalam dari perusahaan AMDK itu sekitar Rp 12,627 miliar.
Uang hasil penyedotan air ini tak mengalir jauh. Masyarakat sekitar perusahaan AMDK itu tetap hidup miskin. Infrastruktur lingkungan seperti jalan di dalam desa juga hancur-hancuran.
Desa-desa yang dulu menjadi produsen padi dan ikan air tawar sekarang dilanda kekeringan setiap kali musim kemarau. Padahal, pada musim kemarau, perusahaan-perusahaan itu justru meningkatkan produksinya karena peningkatan permintaan pasar.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sukabumi Edwin S Machmoed mengatakan, selama ini perusahaan-perusahaan diperiksa secara periodik enam bulan sekali. ”Tak ada yang menyalahi aturan,” katanya.
Setiap kali pemeriksaan, petugas memastikan apakah perusahaan mengambil air sesuai debit yang diizinkan. ”Kami hanya mengizinkan pengambilan air maksimal 35 persen dari potensi di sumur itu,” ujar Edwin.
Edwin menampik keluhan warga di sekitar perusahaan AMDK yang menuding kekeringan sumber air mereka terjadi karena penyedotan air tanah dalam itu. ”Air tanah dalam itu berbeda dengan air permukaan karena dipisahkan oleh lapisan kedap air. Jadi, tidak ada korelasi antara kekurangan air dan penggunaan air tanah dalam oleh perusahaan AMDK,” kata Edwin.
Masalahnya adakah debit air tanah dalam yang sudah disedot itu begitu saja tergantikan? Jika air yang meresap di daerah hulu lebih sedikit daripada yang sudah disedot, potensi 34 juta meter kubik air per tahun itu akan segera lenyap. Air yang meresap ke dalam tanah baru bisa menjadi air tanah dalam setelah lebih dari 30 tahun. Apalagi, tak ada yang peduli terhadap perbaikan daerah tangkapan air di tiga gunung yang selama ini menyuplai air tanah ke Cekungan Sukabumi.
Maude Barlow dan Tony Clarke (Blue Gold, Perampasan dan Komersialisasi Sumber Daya Air/PT GMU, 2005) menyebutkan, ekstraksi air tanah melebihi kemampuan pengisian kembali berdampak pada pengurangan air permukaan. Air tanah adalah sumber utama sungai dan danau, maka air permukaan juga dapat habis jika air tanah dalam terus- menerus diekstraksi meskipun tidak sampai kering. Aliran sungai akan berkurang, danau dan rawa menghilang.
”Ekstraksi air tanah adalah fenomena global yang terjadi pada akhir abad ke-20,” sebut Maude dan Tony.
Kedua penulis ini meramalkan dunia global akan merasakan kebangkrutan air tawar. Kebangkrutan yang bermula ketika air dilihat sebagai barang ekonomi belaka dengan mengabaikan fungsi sosialnya.
”Perusahaan-perusahaan air transnasional mengomodifikasi air tanah demi menguras keuntungan,” tambah Maudi dan Tony. Perusahaan ini dituding mereka berada di belakang gelombang privatisasi air yang melanda dunia.
Di Indonesia, desakan perusahaan air swasta itu memunculkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Pada sidang paripurna yang kontroversial, UU SDA yang menyokong penuh privatisasi air itu disahkan. Pimpinan sidang waktu itu, AM Fatwa, mengetuk palu tanda sah tanpa mengindahkan interupsi anggota.Sidang yang riuh diselingi listrik mati menjelang pengesahan menjadi tanda tanya hingga sekarang. Kesengajaan atau sebuah kebetulan? Apa pun, konsekuensi dari privatisasi air itu telah memiskinkan warga yang semula memiliki kelimpahan air bersih.

Diambil dari Kompas Cetak
Jumat, 12 September 2008 03:00 WIB

Kamis, 08 Januari 2009

Limbah Kemarin, Air Minum Hari Ini

Semua air limbah di stasiun antariksa internasional, termasuk urine dan keringat, didaur ulang menjadi air siap minum.

KENNEDY SPACE CENTER -- Semua orang juga tahu bahwa dibutuhkan nyali besar untuk menjadi seorang astronot. Kini persyaratan itu ditambah dengan keberanian mengatasi rasa jijik karena seorang astronot harus siap meminum air kencing manusia dan binatang, limbah air toilet, air sisa sikat gigi, serta keringat.
Tentu saja semua air limbah yang biasanya digelontorkan ke got itu telah dipurifikasi sebelum menjadi air minum. Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, tidak akan membiarkan pegawai elitenya itu meminum air kotor dan berbau pesing.
Sistem daur ulang air itulah yang akan dipasang oleh ketujuh awak pesawat ulang-alik Endeavour, yang meluncur menuju stasiun antariksa internasional ISS, Jumat malam lalu. Sistem yang unik itu menuntut para astronot juga bisa memasang pipa dan toilet tambahan serta dua kompartemen tidur, karena NASA berencana melipatgandakan jumlah awak ISS dari tiga menjadi enam orang pada Mei tahun depan.
Donald R. Pettit, salah seorang astronot yang tergabung dalam misi, mengatakan dia menjuluki sistem baru itu "mesin pembuat kopi". "Karena dia akan mengambil kopi yang diminum kemarin dan menggunakannya menjadi kopi hari ini," kata Pettit.
Mantan petugas sains di stasiun antariksa itu menyatakan sistem pemurni air tersebut sangat hebat. Sistem itu akan menyuling, menyaring, mengionisasi, dan mengoksidasi air limbah menjadi air siap minum.
Tak kurang dari US$ 250 juta atau Rp 2,9 triliun diinvestasikan NASA untuk membuat peralatan canggih itu. NASA memang tengah diburu waktu, karena pesawat ulang-aliknya memasuki masa pensiun dalam dua tahun mendatang. Mereka harus mencari jalan untuk menjamin awak stasiun ISS memperoleh suplai air bersih yang cukup.
Meski sistem daur ulang ini telah siap, NASA belum berencana menggunakannya dalam waktu dekat. Para teknisi ingin menganalisis sampel untuk memastikan bahwa alat itu berfungsi dengan sempurna dalam kondisi gravitasi nol.
Di bumi, air hasil penyulingan itu lolos semua tes, termasuk pengujian rasa dengan blind test. Para peserta tes diminta meminum air hasil penyulingan urine dan "teman-temannya" itu dan membandingkannya dengan air keran yang diproses dengan cara yang sama tanpa mengetahui air yang mereka teguk.
"Sejumlah orang mungkin berpikir hal itu amat menjijikkan. Tapi jika dilakukan dengan benar, air hasil proses distilasi itu jauh lebih murni dibandingkan apa yang Anda minum di bumi," kata Heidemarie Stefanyshyn-Piper, astronot Endeavour.
Penasaran dengan rasa air yang dihasilkan lewat penyulingan urine? Ternyata rasanya lumayan juga. Selain sedikit rasa yodium yang tajam, rasanya sama saja dengan air biasa.
Robert Bagdigian, kepala proyek sistem pemurnian air di MSFC, sengaja membotolkan air distilasi urine itu untuk dicoba oleh khalayak umum. Botol air kemasan itu ia beri label sehingga orang berpikir dua kali sebelum menenggaknya meski sedang kehausan setengah mati. "Kami hanya menggunakan bahan terbaik! Urine, keringat, uap makanan, air sisa mandi, limbah binatang simulasi, dan sedikit yodium. Tak ada penambahan karbohidrat atau kalori."
Bagdigian mengaku, komentar yang paling sering diungkapkan orang yang mencoba air itu adalah rasa samar yodium. Zat kimia itu memang sengaja ditambahkan pada langkah akhir proses untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba. "Selain rasa yodium, air ini sama segarnya dengan jenis air apa pun," kata Bagdigian. "Saya punya beberapa botol dalam kulkas saya. Bagi saya rasanya oke-oke saja."
Sambil bercanda, Bagdigian menyatakan bahwa air itu memang tak bakal laris bila dijual. Tapi bila dilihat dari kecanggihan cara pembuatannya, bisa dipastikan air purifikasi itu adalah air minum kemasan termahal di bumi dan antariksa.
Meski sistem tersebut amat menguras anggaran NASA, dalam jangka panjang air hasil daur ulang itu amat murah bila dibandingkan dengan ongkos pengiriman ke ISS, seperti yang selama ini dilakukan. Sebab, bila dihitung secara kasar, mengirim air dari bumi ke stasiun yang berjarak 400 kilometer itu membutuhkan biaya lebih dari Rp 125 juta tiap liter.
Setiap kali ada pesawat ulang-alik yang diluncurkan ke ISS, air pasti ada di dalam daftar muatannya. "Ketika pesawat itu pensiun, sistem pengiriman suplai air akan terhenti," kata Sandra Magnus, astronot Endeavour yang akan tinggal di ISS selama empat bulan. Magnus akan menggantikan posisi Greg Chamitoff yang telah berada di ISS sejak Juni lalu.
Magnus akan menjadi orang pertama di antara awak ISS lainnya yang akan mencicipi hasil daur ulang campuran pipis manusia, tikus laboratorium, keringat, serta air sisa sel bakar penyedia sumber tenaga pesawat itu, jika instalasi tersebut mendapat lampu hijau dari NASA.
Dia amat heran terhadap reaksi jijik yang diterimanya dari banyak orang soal sistem tersebut. Sebab, menurut dia, pada dasarnya air yang digelontorkan ke toilet akan menguap dan turun kembali dalam bentuk air hujan. "Kita meminum air daur ulang setiap hari pada jangka waktu yang sedikit lebih panjang," tuturnya.

TJANDRA DEWI NYTIMES BBC SCIENCEDAILY

Setetes Air pun Berharga
Dalam novel epik ekologis Dune (1965), Frank Herbert mengambil latar gurun Arrakis di tata bintang lain. Planet itu sangat kering, sehingga air sangatlah berharga sampai-sampai keringat dan kelembapan napas pun diserap dan dipurifikasi menjadi air minum.
Kini, para ilmuwan dan teknisi di Marshall Space Flight Center (MSFC) NASA pun mengikuti fiksi ilmiah itu dan merealisasinya. Selama beberapa tahun terakhir, mereka mencoba membuat sebuah sistem yang dapat menyerap urine dan karbon dioksida yang dikeluarkan dalam pernapasan serta mengubahnya menjadi air siap minum dan oksigen.
Sistem ini amat berarti bagi kesuksesan misi antariksa karena bisa mendaur ulang 93 persen dari seluruh uap air, termasuk air kencing para astronot. Itu berarti NASA tak perlu mengirim air lagi ke stasiun antariksa internasional ISS.
"Pada misi antariksa awal, Mercury, Gemini, dan Apollo selalu membekali diri dengan air dan oksigen, serta membuang limbah gas maupun cairannya ke antariksa," kata Robert Bagdigian, ilmuwan MSFC. "Masalahnya, tidak mungkin membawa berton-ton air dan oksigen dalam misi jangka panjang ke bulan atau Mars."
Sistem baru yang dinamai Water Recovery System ini adalah hasil kerja sama ilmuwan NASA dan Michigan Technological University. Mereka menjamin, alat ini dapat mengubah pipis menjadi air murni yang dapat menyaingi mata air pegunungan.
David Hand, peneliti utama proyek yang berlangsung pada 1993-1997 di universitas itu masih mengingat masa awal riset tersebut. "Kami menerima botol keringat dari NASA," ujarnya. "Kami mengadakan eksperimen pada sistemnya, menghitung setiap langkah, mengevaluasi, dan membuat rekomendasi."
Dalam sistem baru ini, pipis dan "teman-temannya" menjalani proses penyulingan awal, lalu airnya dialirkan ke dalam alat pemroses air. Alat itu menyaring semua ampas seperti rambut dan serat. Air yang tersisa dialirkan melalui serangkaian pelapis multifiltrasi yang bisa membuang semua kontaminan lewat penyerapan dan pertukaran ion.
"Yang tersisa tinggal beberapa zat organik dan larutan tak terserap yang dimasukkan ke dalam reaktor yang memecahnya menjadi karbon dioksida, air, dan ion," kata Hand. Setelah pengecekan kuman selesai, air dibersihkan kembali dan akhirnya siap diminum.
Berkat riset universitas itu, NASA dapat mengembangkan sistem yang jauh lebih efisien, baik dalam hal desain maupun sistem filtrasi. Perombakan ini meningkatkan kapasitas sampai 30 persen. Itu berarti NASA tak perlu mengirim suplai tambahan ke antariksa setiap tahun. "Kelihatannya seperti coba-coba saja, tapi ini menghemat pengeluaran NASA sampai US$ 600 ribu per tahun," kata Layne Carter, peneliti utama Water Recovery System, NASA.
-0,3 liter air digunakan untuk membilas setiap 1,2 liter urine. Bau tak sedap dikontrol dengan aditif asam sulfur dan kromium trioksida.
-Tangki urine.
-Silinder destilasi.
-Tangki air garam.
-Pemutaran silinder memisahkan sebagian besar air dari urine, sisanya dimasukkan ke tangki air garam untuk diproses kembali.
-Air yang telah disuling bercampur dengan air limbah lainnya.
-Embun dari binatang laboratorium.
Pengembunan uap air yang berasal dari aktivitas menggosok gigi, mencukur, dan mencuci.
-Tangki air limbah.
-Pembuangan kotoran berukuran besar.
-Filter partikel.
-Alas filtrasi berganda.
-Pembuangan kontaminan terlarut.
-Reaktor katalitik 130 derajat Celsius.
-Pemanasan membunuh bakteri, jamur dan virus, serta membuang residu etanol dan alkohol.
-Alas pertukaran ion.
-Membuang produk sampingan reaktor katalitik, seperti CO2.
-Air kurang bersih.
-Sensor Tes Air.
-Siap diminum.
-Tangki Air Bersih.
SCIENCEDAILY NEWSCIENTIST

http://www.korantempo.com/

Kamis, 06 Maret 2008

Seribu Manfaat Air

Meski bergaul, terlibat amat erat setiap hari, tak urung banyak juga rahasia keunggulan air yang terlewatkan. Ternyata sobat lama kita ini amat banyak khasiatnya. Ternyata pula, ketergantungan kita terhadap air tak sebatas pengusir rasa haus belaka.

Mandi dua kali sehari dan cuci rambut paling telat tiga hari sekali sangat dianjurkan pakar kesehatan dan kebugaran. Alasannya, sentuhan air bersih dengan tubuh membuat badan terasa segar dan bugar kembali. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan; ditambah lagi minum air putih 8 - 10 gelas sehari. Bahkan air juga banyak dimanfaatkan oleh para pemeluk agama dan aliran kepercayaan, misalnya untuk air wudhu, air baptis, sarana mengusir roh jahat, dll.

Sejak ratusan tahun sebelum Masehi bangsa Rowawi sudah mengenal khasiat mandi, entah mandi susu atau berendam di kolam air bersih yang dilengkapi pancuran dan wewangian. Tujuannya agar tubuh bersih, sehat, dan wangi.

Spa yang kita kenal sekarang tak cuma dihubungkan dengan air, melainkan juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa-badan, serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami seperti perawatan wajah dan tubuh dengan aromaterapi, mandi rempah, body scrub, body wrap, pengaturan gizi, yoga, meditasi. Namun konsep Spa itu sendiri asal-muasalnya hanya berkaitan dengan air. Istilah "spa" diambil dari bahasa Yunani sante par aqua, artinya kesehatan melalui terapi air.

Di Eropa budaya spa sudah berkembang pada abad XVII. Pada masa itu sudah banyak orang berlibur untuk mencari sumber air mineral guna menanggulangi gangguan kesehatan. Tak usah jauh-jauh, di daerah Kesultanan Yogyakarta juga masih terlihat peninggalan permandian Taman Sari tempat para putri Keraton mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih cantik.

Air untuk kesuburan

Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.

Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan, dll.

Kini malah pelbagai macam pengobatan alternatif ditawarkan dengan cara kungkum (berendam) di dalam air mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang atau zat kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan.

Katakanlah Ciater, sekitar 32 km utara Bandung, sudah lama dikenal masyarakat sebagai daerah wisata sejuk dengan daya tarik tambahan, air panas alami. Mereka meyakini, air panas alami di sana dapat membantu mengobati penyakit. Memang, berdasarkan penelitian, air panas Ciater mengandung bahan mineral aluminium cukup tinggi. Menurut klasifikasi balneologi (ilmu yang mempelajari khasiat terapi mandi), air panas Ciater termasuk dalam kategori calcium magnesium chloride sulfate thermomineral hypertherma dengan kandungan aluminium tinggi(38,5%) serta pH sangat asam (2,45).

Selain untuk pengobatan kulit, air Ciater efektif untuk pengobatan kelumpuhan, misalnya karena stroke. Pasalnya, bisa membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek hidrostatik dan hidrodinamik air Ciater membantu menopang berat badan saat latihan berjalan. Sedangkan efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.

Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air Ciater, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit. Maklum saja, karena lingkungan yang sangat asam kuman-kuman akan mati.

Di Laut Mati, yang kadar garamnya paling tinggi sedunia, wisatawan pun dianjurkan berendam untuk menyembuhkan pelbagai macam penyakit. Entah sampai di mana khasiatnya belum diteliti dengan jelas.

Cipratan air mancur pada tubuh pun akan terasa seperti pijatan, sehingga tubuh akan merasa lebih relaks. Para pakar pengobatan alternatif bahkan menyatakan, bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman paket oksigen ke dalam sel dan jaringan. Mandi menggunakan shower di rumah pun mempunyai efek menghasilkan ion negatif.

Di negara maju terapi air juga sudah banyak dilakukan. Dua pakar asal Jerman, Vincenz Priesnitz dan Pastor Sebastian Kneipp, memanfaatkan air hangat dan dingin. Semula pasien dimasukkan ke dalam bak air hangat agar berkeringat, kemudian dipindah ke bak air dingin, lalu diminta pula untuk berjalan-jalan sebentar agar berkeringat lagi. Terakhir, pasien mandi lagi dengan air dingin. Pertukaran suhu dari panas ke dingin inilah yang menjadi kunci rahasia pengobatan ini. Manfaatnya untuk menstabilkan kerja jantung dan peredaran darah.

Cara serupa sebenarnya juga sudah banyak dianjurkan oleh ahli pengobatan alternatif di Indonesia. Caranya, mandi atau menyiram tubuh dengan air hangat, kemudian berendam sebentar dalam air dingin (bersuhu 18oC). Bahkan konon terapi ini bisa meningkatkan kesuburan pria maupun wanita.

Ketegangan otot pun bisa dijinakkan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37oC. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam, maka pegal pun sirna.

Ada lagi terapi unik, gabungan antara terapi air dan bunyi. Liquid sound, dipraktikkan di Klinik Bad Sulza, Rhuringen, Jerman. Caranya, dengan kedua tangan disilangkan di belakang, tubuh pasien diapungkan di permukaan air kolam dalam posisi telentang. Tubuhnya bisa terapung seperti di Laut Mati karena air kolam tersebut mengandung garam 3%.

Dalam posisi seperti itu telinga pasien yang terendam di dalam air bisa mendengar dengan jelas alunan musik yang mengalun lewat beberapa pengeras suara, yang dipasang di dasar kolam. Jenis musiknya atas pilihan pasien, kebanyakan yang lembut sehingga bisa menenangkan. Konon sehabis berendam, badan terasa enteng dan segar. Pikiran pun bertambah terang.

Banyak minum, tubuh bugar

Khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam saja. Tidak kalah penting khasiat air putih bila diminum. Selain makanan, air sangat diperlukan oleh tubuh kita. Seseorang yang kekurangan makan masih dapat bertahan sampai beberapa hari, tapi kekurangan air bisa berakibat fatal, karena air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia.

Dalam tubuh seorang pria dengan berat rata-rata 70 kg, menurut Dr. Elvina Karyadi, MSc, ahli gizi, kandungan air di dalam tubuhnya kira-kira 45 l. (Pada wanita, kandungan airnya sedikit lebih rendah sebab komposisi lemak tubuhnya lebih besar.) Dari total kandungan air 45 l di atas, sekitar 30 l terdapat dalam sel tubuh kita (intraseluler) sedangkan 15 l berada di luar sel (ektraseluler). Yang termasuk air di luar sel adalah air dalam cairan otak, cairan mata dan hidung, termasuk juga cairan pada saluran pencernaan.

Menurut sumber lain, kandungan air dalam otak 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang 22%, dan darah 90%. Bila kandungan air dalam masing-masing organ tersebut tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air dalam tubuh kita.

Untunglah tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 - 2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Betapa penting asupan air setiap hari, juga bisa dilihat dari banyaknya air yang pasti dikeluarkan dari tubuh setiap hari melalui beberapa mekanisme. Ada yang melalui air seni, tinja, keringat, dan juga melalui saluran pernapasan.

Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 l/hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan airnya sekitar 60 - 90% bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari.

Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 l, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitarnya.

Tubuh kita akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan pengisian kurang cepat dilaksanakan. Jelas, karena ada hubungan yang sangat erat antara kualitas dan kandungan air dalam tubuh dengan respons tubuh kita.

Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling sedikit 1 l lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Semakin banyak kita melakukan aktivitas, air akan lebih banyak terkuras dari tubuh. Apalagi orang yang tinggal di negara tropis di mana energi yang dikeluarkan lebih banyak. Sebab itu, para pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!

Itu artinya, bekerja di ruang ber-AC pun menuntut kita untuk minum lebih banyak, sekalipun tidak merasa haus. Sebab, di ruangan ber-AC kita akan lebih cepat mengalami dehidrasi. Bahwa banyak minum akan membantu kulit tidak cepat kering penting diperhatikan tak hanya oleh mereka yang sehari-hari bekerja di ruang ber-AC, namun juga oleh mereka yang bekerja dalam ruangan yang suhunya tidak tetap. Suhu naik turun menyebabkan kelembapan ruangan juga tidak menentu. Dengan minum air akan membantu menetralisasikan pengaruh perubahan tersebut.

Air putih juga bersifat "menghanyutkan" kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang; tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.

Menyadari betapa air amat menunjang kebugaran, kesehatan dan kecantikan tubuh, tak ada salahnya kita memelihara persahabatan dengan sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya, mari manfaatkan sebaik-baiknya. (Nanny Selamihardja)

Diambil dari Intisari bulan Februari 2001

Rabu, 05 Maret 2008

Air bersih

Air adalah sumber kehidupan. Saat ini masalah air merupakan masalah yang pelik dan agak memusingkan, mulai dari peristiwa banjir sampai kekeringan. Kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai, muncul di banyak tempat dan meningkat dari tahun ke tahun. Kecenderungan konsumsi air naik secara signifikan sedangkan air bersih yang tersedia berkurang akibat kerusakan alam dan pencemaran air.

Air bersih menjadi barang langka. Kelangkaan ini dipicu oleh pertumbuhan populasi, laju peningkatan aktivitas industri, pembangunan yang meminggirkan daya dukung ekologis, juga limbah rumah tangga yang turut penjadi penyebab pencemaran air.